»

Mar 15 2011

Sekolah Swasta Harus Benahi Manajemen

Purbalingga, Kompas – Sekolah swasta harus bekerja keras membenahi manajemennya agar mampu eksis dan bersaing dengan sekolah negeri. Persoalan kekurangan murid yang kini banyak dialami sekolah swasta salah satu penyebabnya adalah buruknya pengelolaan manajemen sekolah-sekolah itu sendiri. “Kalau manajemen mereka bagus, orangtua siswa pun tak ragu untuk menyekolahkan anaknya di sana. Rata-rata sekolah-sekolah swasta di Purbalingga yang kekurangan siswa karena bermasalah dengan manajemennya,” kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Purbalingga, Subeno, Senin (2/8). Di Purbalingga saat ini terdapat 17 SMP, 8 SMA, dan 15 SMK swasta. Satu SMA, yakni SMA Karya Bakti Bobotsari, mulai tahun 2010 ini tutup karena tak mendapatkan siswa. Selain itu, ada 4 SMA dan 4 SMP yang jumlah siswanya kurang dari 30 orang serta satu SMK yang siswanya kurang dari 20 orang. “Bahkan, ada sekolah SMP atau SMA yang siswanya kurang dari 10 orang. Tapi mereka masih tetap buka,” kata Subeno. Ia membantah minimnya jumlah siswa di sekolah-sekolah swasta karena bertambahnya daya tampung di sekolah negeri. Pasalnya, sekolah negeri di Purbalingga juga tak sedikit yang kekurangan siswa. “Sebaliknya, banyak pula sekolah swasta yang kelebihan siswa,” ujar dia. Di Brebes, Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes, Tahroni, mengakui saat ini sejumlah sekolah swasta di wilayah pinggiran mengalami kekurangan siswa. Agar bisa mendapatkan banyak siswa, sekolah-sekolah swasta diharapkan mampu menunjukkan pencitraan yang baik serta meningkatkan kualitas lulusan. Salah satu upaya Pemkab Brebes untuk memeratakan siswa di sekolah negeri dan swasta antara lain dengan membatasi jumlah kelas pada sekolah negeri. Dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB), sekolah negeri tidak diperbolehkan menambah ruang kelas, kecuali ada permohonan dari sekolah. Permohonan tersebut atas permintaan dari masyarakat yang disetujui oleh komite sekolah. Di Kabupaten dan Kota Magelang, hingga saat ini sejumlah sekolah swasta juga kekurangan murid. Meskipun demikian, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Kepala SMK 45 Kota Magelang Edi Suryono mengatakan, hingga minggu kedua masuk sekolah pihaknya hanya mendapat 75 murid yang akan ditempatkan di dua kelas. Jumlah ini jauh di bawah kapasitas yang disediakan sebanyak empat kelas yang menampung 128 siswa. (han/wie/egi)

Sumber : http://edukasi.kompas.com/read/2010/08/03/14453389/Sekolah.Swasta.Harus.Benahi.Manajemen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Berita Pentingclose